Pertama kali aku memandang
Rasa bertaut ingin mengenalinya
Warna nya Merah indah dipandang
Lalu aku bertanya siapa namanya...
Dia telah mengajarkan aku sebuah cinta
yang tidak ku fahami apa maksudnya
adakalanya tersembunyi disebalik makna
tetapi ku mengerti apa kata wajahnya...
Kelopak Mawar Tujuhnya Makna
Bewarna Merah wangi harumnya
Bukan mudah untuk dijumpa
Hanya pilihan dirimu sahaja........
Setangkai tiada sama yang lain
jika dapat dilihat fana cintanya
Mengenal Hakekat rindu berpautan
Tiada yang lain hanya dia sandaran........
Dia..........Menarik aku kesana
Ke Bintang Kejora langit terbuka
Bergetar jiwaku terpandang kecantikannya
Mawar Merah hiasan syairku.....
Dia..........harumannya setanggi cinta
Manis rindumu tiada terkata
Bermadahkan syahdu kepulauan asmara
Menagih cintaku kepada sidia.....
Kacamata ku Melihat dia
Entah dirimu turut merasa
Mungkin hanya diriku sahaja
Tetapi ku minta pesona nya cinta
Hadir dirimu sewangi haruman bunga........
Dalam Dakapan sebuah harapan
Semoga cinta dapat berkekalan
Bertahun menanggung cinta yang benar
Hanya dirimu menjadi pujaan.......
Penulis Syair: Penulis Sang Abdi
Penulis Sang Abdi Cinta Blogspot
Jumaat, 17 Jun 2016
Bukalah Mata Saksikan Cinta
Sekelian Alam mengucap rindu
pada rinduku tersemat jua
perkataan tak bisa untuk berkata
Biar kau rasa apa ku rasa...
Aku Terbang ke Langit yang tinggi
Menggapai Awan putih berseri
Tiada indah dipandangan duniawi
Bukalah Mata saksikan cinta...
Yang Haq itu cinta..Batil itu dusta..
Jika kau sakit biar aku ubati
Kata Laksamana sinar cahaya..
Usah Engkau dengar pada yang buta
Akan kesaksian cinta antara kita
Lafazkan kalimah satu yang abadi
Tiada yang lain hanya si dia...
Engkau yang satu tiada yang dua..
Hanya dirimu pengubat duka..
Tiada nya Engkau aku tiada..
Menjejak disini tiada berupa..
Cahaya nya terang Menyilaukan sukma
Membuatkan hati ingin bersama
Sandainya kau hilang dipandangan mata
Jiwaku Tandus tiada bernyawa....
Hadirlah kekasih.....
Hadirlah kekasih.....
Hadirlah Nyawa...
Bertautkan intan tiada tara nya....
Engkaulah kekasih.....
Engkaulah kekasih.....
Sang pujaan hati.....
Merintih nafasku lara tiada dirimu......
Semuga suatu hari kita dipertemukan
Di langit syurga idaman manusia
Aku meminta ingin bersamamu
Cukup Melafazkan Wangian rinduku.....
Penulis Syair: Penulis Sang Abdi Cinta
pada rinduku tersemat jua
perkataan tak bisa untuk berkata
Biar kau rasa apa ku rasa...
Aku Terbang ke Langit yang tinggi
Menggapai Awan putih berseri
Tiada indah dipandangan duniawi
Bukalah Mata saksikan cinta...
Yang Haq itu cinta..Batil itu dusta..
Jika kau sakit biar aku ubati
Kata Laksamana sinar cahaya..
Usah Engkau dengar pada yang buta
Akan kesaksian cinta antara kita
Lafazkan kalimah satu yang abadi
Tiada yang lain hanya si dia...
Engkau yang satu tiada yang dua..
Hanya dirimu pengubat duka..
Tiada nya Engkau aku tiada..
Menjejak disini tiada berupa..
Cahaya nya terang Menyilaukan sukma
Membuatkan hati ingin bersama
Sandainya kau hilang dipandangan mata
Jiwaku Tandus tiada bernyawa....
Hadirlah kekasih.....
Hadirlah kekasih.....
Hadirlah Nyawa...
Bertautkan intan tiada tara nya....
Engkaulah kekasih.....
Engkaulah kekasih.....
Sang pujaan hati.....
Merintih nafasku lara tiada dirimu......
Semuga suatu hari kita dipertemukan
Di langit syurga idaman manusia
Aku meminta ingin bersamamu
Cukup Melafazkan Wangian rinduku.....
Penulis Syair: Penulis Sang Abdi Cinta
Salaam Cinta Sejati
Awalnya Cinta tiada permulaan
pengakhiran cinta tiada pengakhiran
Dalamnya lautan tak bisa kau selam
Cinta Sejati tak bisa kau halang..
Kalau sudahnya sebuah ketentuan
Bertemu aku didalam kerinduan
Siapa dapat Menanggung cinta yang fana
Ini lah aku pencinta yang lara...
Izinkan aku untuk Melafaz sebuah kata
Menjadi Azimat didalam dunia
Tidak kumahu ini semua
Hanya kumahu dirimu sayang....
Hadrlah Engkau kedalam jantung
Mengisi Nafas pengubat rindu
Tidak berjumpa aku merana
Terbayang Wajahmu dimana-mana...
Jikalau ini sudah ketentuan
Pastinya Bara aku genggamkan
Takkan ku lepas cinta yang indah
Menjadi pedoman penghujung Dunia....
Penulis Syair: Penulis Sang Abdi Cinta
pengakhiran cinta tiada pengakhiran
Dalamnya lautan tak bisa kau selam
Cinta Sejati tak bisa kau halang..
Kalau sudahnya sebuah ketentuan
Bertemu aku didalam kerinduan
Siapa dapat Menanggung cinta yang fana
Ini lah aku pencinta yang lara...
Izinkan aku untuk Melafaz sebuah kata
Menjadi Azimat didalam dunia
Tidak kumahu ini semua
Hanya kumahu dirimu sayang....
Hadrlah Engkau kedalam jantung
Mengisi Nafas pengubat rindu
Tidak berjumpa aku merana
Terbayang Wajahmu dimana-mana...
Jikalau ini sudah ketentuan
Pastinya Bara aku genggamkan
Takkan ku lepas cinta yang indah
Menjadi pedoman penghujung Dunia....
Penulis Syair: Penulis Sang Abdi Cinta
Perasaan Cinta Maulana
Mungkin tak semua realiti dalam fantasi
Sembunyi didalam sebuah mimpi
Mungkin engkau tak bisa memahami
perasaan cinta dihati ini.....
Saat pertama kali mata bertentang mata
Terpanah Mata hati pada si dia
Jadilah engkau sebagai kekasehku
Aduh..sungguh ku tak dapat menahan perasaan rinduku...
Berlari ke Timur Berlari ke Barat
Apa yangku dapat cuma nya hampas
tiada pengertian sebuah harapan
Biarku pujuk hati yang mengharap...
Wahai Majnun Engkau dah Gila...
Melafaz rindu entah siapa
Biarkan sahaja dia berkata
Lihat lah apa yang ingin dikata....
Aku Lafazkan cinta dia disana
Lafazkan kembali memuaskan jiwa
Cukup sekali Hijab terbuka
Membuatkan aku Gila melihat dia.....
Benar sungguh Engkau dah berahi
Pada dirinya kekaseh hati
Cuba ceritakan apa maknanya
Yang Engkau cinta hilang nya nyawa.....
Sayang bukti tak terlihat mata
Hanya aku dengan si dia
Tiada siapa mengerti perasaan cinta
Kekaseh bersatu didalam nyawa..
Senyumlah Engkau di hadapan aku
Untuk membuat aku terharu
Tinggi cintaku setinggi langit biru
Biarlah rebah janji ku bisa memilikimu...
Sayang Engkau sayang lah aku
Terbayang Engkau Melayang layang lah aku..
Disetiap hembusan Nafas Menyebut namamu
Terpatri cinta didalam kalbu....
Cukup kau khabarkan....cukup sudah....
Cukup lah kau lafaz apa dijiwa.....
Memang kau pencinta Hakiki...sang Maulana...
Akhir kalammu katakan jua
Sebagai pedoman Makna sebenarnya cinta.....
Mungkin tak semuanya aku sempurna
Tetapi ada disebalik makna cinta
yang Hakiki setelah bersatu nya cinta
Engkau yang sempurna.. engkau yang sempurna.....
Penulis Syair: Penulis Sang Abdi Cinta
Sembunyi didalam sebuah mimpi
Mungkin engkau tak bisa memahami
perasaan cinta dihati ini.....
Saat pertama kali mata bertentang mata
Terpanah Mata hati pada si dia
Jadilah engkau sebagai kekasehku
Aduh..sungguh ku tak dapat menahan perasaan rinduku...
Berlari ke Timur Berlari ke Barat
Apa yangku dapat cuma nya hampas
tiada pengertian sebuah harapan
Biarku pujuk hati yang mengharap...
Wahai Majnun Engkau dah Gila...
Melafaz rindu entah siapa
Biarkan sahaja dia berkata
Lihat lah apa yang ingin dikata....
Aku Lafazkan cinta dia disana
Lafazkan kembali memuaskan jiwa
Cukup sekali Hijab terbuka
Membuatkan aku Gila melihat dia.....
Benar sungguh Engkau dah berahi
Pada dirinya kekaseh hati
Cuba ceritakan apa maknanya
Yang Engkau cinta hilang nya nyawa.....
Sayang bukti tak terlihat mata
Hanya aku dengan si dia
Tiada siapa mengerti perasaan cinta
Kekaseh bersatu didalam nyawa..
Senyumlah Engkau di hadapan aku
Untuk membuat aku terharu
Tinggi cintaku setinggi langit biru
Biarlah rebah janji ku bisa memilikimu...
Sayang Engkau sayang lah aku
Terbayang Engkau Melayang layang lah aku..
Disetiap hembusan Nafas Menyebut namamu
Terpatri cinta didalam kalbu....
Cukup kau khabarkan....cukup sudah....
Cukup lah kau lafaz apa dijiwa.....
Memang kau pencinta Hakiki...sang Maulana...
Akhir kalammu katakan jua
Sebagai pedoman Makna sebenarnya cinta.....
Mungkin tak semuanya aku sempurna
Tetapi ada disebalik makna cinta
yang Hakiki setelah bersatu nya cinta
Engkau yang sempurna.. engkau yang sempurna.....
Penulis Syair: Penulis Sang Abdi Cinta
Pintu Ada Cahaya
Aku mencari engkau puas dimana
Mentari terbenam gelap gelita
Mencari cahaya entah dimana
Kekasehku berdiri ada dihadapanku
Tiada ku sedar..tiada ku tahu..
Rupanya dia masih menungguku
Melalui pintu ukiran jiwa.....
Mentari terbenam gelap gelita
Mencari cahaya entah dimana
Kekasehku berdiri ada dihadapanku
Tiada ku sedar..tiada ku tahu..
Rupanya dia masih menungguku
Melalui pintu ukiran jiwa.....
Langgan:
Catatan (Atom)